Comfort Zone

Aku ga suka istilah “tinggalin comfort zone”. Kesannya kayak sok berjuang. Berjuang mah berjuang aja. Ga usah sok merana lah. Berjuang emang bagian dari hidup. Sejatinya manusia suka berjuang dan comfort zone. Ngapain comfort zone harus ditinggal? Berjuang emang ga capek? Ga butuh istirahat? Ga butuh comfort zone? Muna! Lo pikir hati tenang bukan bagian dari comfort zone? Hati kembali ke Allah bukan comfort zone? Jangan definisikan sesuatu hanya dari fisik. Perluas makna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s