Setengah-setengah

Benar saja segala sesuatu yang dilakukan setengah-setengah hasilnya juga akan setengah-setengah. Misal, anak muda kan rasa ingin taunya tinggi banget tuh.. Segala sesuatunya pengen tau, bahkan yang bukan ‘passionnya’. Dikepoin lah semuanya. Jadinya? Ya muntel jadi satu. Ketika me-recall memori itu keluarnya ya setengah-setengah. Kenapa begitu? Sesuatu yang bukan passion kita dan kita kebelet pengen tau, hanya akan nambah-nambahi beban syaraf otak. Jadinya ngehang. Terus kabar passion kita gimana? Ya amburadul. Numpuk berantakan ama memori sampah. Jadi susah konsisten dan fokus pada passion.
Padahal passion adalah yang nuntun kita mau kemana. Tapi klo posisinya udah kegeser ama yang lain ya liat aja outputnya. Mulai dari mental sampai tingkah laku kayak kosong tapi nanggung beban. Ga pernah ada yang namanya passion itu menyesatkan. Sejatinya passion selalu mendorong pada perbaikan. Jika kita tau, passion itu akan memperingan langkah kita klo kitanya fokus pada ide dan tindakan kita. Lepas, bebas dan fun jalanin hidup. Bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s