Mendengar Marah

Malem ini aku nyoba khusyuk dengerin apa yang dimarahkan orang gelandangan psikotik yg nunut di rumah. Kesimpulanku marahnya mereka adalah kemarahan yang ditahan sangat dalam dan bertumpuk-tumpuk selama bertahun-tahun. Siklus marahnya hampir selalu sama. Materi marahnya ga pernah jauh dari uneg-unegnya terhadap seseorang yang ga pernah tersampaikan. Ada kekecewaan, ditipu, diabaikan dan seperti tak pernah ada seseorang di masa lalu yang memedulikannya. Mungkin hampir mirip dengan uneg-unegnya masku yang skizofrenia itu. Tapi dia lebih beruntung. Saat ini kekerabatan dalam keluarga kami terbilang cukup baik. Masih banyak sesepuh yang ngepuk-puk, adik-adik yang menaruh hormat, kakak yang memahami. Mudah-mudahan dengan semakin ngerti keadaan mereka, kita diberikan kebesaran hati dalam ruang pemahaman dan dimensi kebaikan yang luas. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s