Duda Memang Orang yang Gagal

Selama ini di mata umum, duda atau janda dipandang negatif. Dipandang sebagai orang yang gagal. Itu benar adanya. Benar dia memang pernah gagal.

Tapi tergantung cara berpikir masing-masing orang. Mereka yang move on, cenderung bisa belajar dari kegagalan. Beda dengan orang yang cara berpikirnya stuck atau boleh dibilang belum mencairkan kebekuan berpikirnya. Mereka cenderung mengulang kegagalan yang sama. Sepakat?

Iya, kekasihku itu duda. Aku pernah dicekoki bapak-bapak di bus umum jika duda itu tak layak dipilih. Boleh saja mereka beropini seperti itu. Mungkin di lingkungan beliau, mereka yang dilabeli duda gagal memberikan contoh kurang baik dan bisa dipastikan sulit move on apalagi move up.

Kembali soal duda dan persepsi tentang mereka, juga kenapa aku memilih salah satu diantara mereka.

Kekasihku bisa disebut sebagai orang yang langka. Kenapa langka? Dia tipe orang yang mampu memaksimalkan akalnya. Aku banyak belajar soal hidup, cara berbesar hati, cara berpikir, cara membawa diri darinya. Dan satu lagi, dia kekasih yang romantis. Bukan sekadar gombal murahan yang begitu mudahnya meluncur dari mulut. Buatku dia adalah kado istimewa yang Allah kirimkan untukku.

Mau nyampaikan opini baru? Yuk kita ngobrol 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s