Sederhana itu Mahal

Di jaman serba gadget dan social media, makin mudah kita tergoda dengan apa yang diupdate orang lain. Saat ada update-an status galau, kebanyakan kita terpancing galau juga. Status marah-marah tersulut marah juga. Itu ‘hanya’ sebatas pada kondisi psikologis saja.

Gimana dengan status yang berbau materialistik atau hedonis?

Jika kita mampu, itu bukan masalah besar.

Jika tidak? Bagi yang bisa berpikir realistis, tentu akan berusaha menjadikan dirinya mau berkarya atau menjadi kaya. Tapi kekayaan tak akan berarti jika tujuannya hedonis semata. Budak harta. Capek fisik? Iya. Capek psikologis? Pasti.

Lalu, kaya buat apa? Jawabnya: “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.”

Lalu, di mana letak sederhana?

Dari cara berpikir, bertindak dan gaya hidup.

Sudahkah kita menjadi sederhana tanpa merasa terintimidasi gaya hidup kekinian? Atau masih ingin pura-pura terlihat kaya padahal itu topeng yang menyiksa?

Jawab jujur dengan hati. Cukup diri sendiri yang ngerti. Lalu, moving on…

Selamat pagi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s