Humanis, Romantis dan Pinter Bahasa Inggris

pohon maple saat musim gugur

pohon maple saat musim gugur

Di Brandon saat ini sedang musim gugur. Jujur saja aku melihat foto itu mupeng luar biasa. Kadang gatel pengen merasakan langsung empat musim di sana. Tapi, tak apa lah masih bisa menikmati suasana pergantian empat musim meskipun lewat foto dan cerita dari seseorang di sana.

Oya, kenapa aku cerita soal Brandon dan foto itu? Karena di sana lah kekasih impianku tinggal. Aku pernah punya mimpi tentang seseorang yang tak hanya bisa berbahasa inggris, tapi juga humanis dan tentu saja romantis.

Terkabul?

Alhamdulillah, dengan kuasa Allah kami dipertemukan. Tentu saja ada ikhtiar lahir dan batin untuk mendapatkan semua itu. Di malam-malam jomblo seringkali dalam doa ku menangis sendiri berharap nanti sekalinya ketemu jodoh, ketemu paket kumplit seperti yang kuimpikan. T_T

Sempurna?

Tidak, dia tak sempurna seperti pria gagah bule atau pria ganteng Korea. Juga tak semuda pria-pria seumuranku. Apalagi brondong.. Ga banget. Beda umurku dan dia 15 tahun. Dia seumuran kakak pertamaku. Status? Seperti yang kuceritakan di curhatanku sebelumnya, dia duda. Dua kali gagal menikah.

Tapi apa hanya karena faktor itu aku mundur?

Tidak. Dalam pernikahan, yang aku tahu faktor komunikasi dan cara mengelola emosi sangat penting. Sikap yang humanis kurasa memenuhi kriteria itu. Saling memahami, empati dan mampu berkomunikasi akan mengurangi ketegangan emosi saat saling mengedepankan egois diri. Itu salah satu hal yang kuharapkan dari kekasih impianku.

Lalu, apalagi?

Dia orang yang romantis! Siapa yang ga pengen pasangannya romantis? Hihihi.. Klo mau jawab jujur pasti semua pengen.

Salah satu kejutan yang kudapat dari kekasih impianku.

Salah satu kejutan yang kudapat dari kekasih impianku.

Kejutan itu diberikan lewat adek sepupunya di Jogja. Mbak Maya namanya, kakak tingkatku waktu kuliah di Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta.

Pinter bahasa Inggris?

Ga pinter-pinter amat sih. Tapi setidaknya selama bertahun-tahun pernah teruji bisa ngobrol ama bule Canadian. Dan ada harapan nanti punya keturunan yang shalih dan cerdas. Multilinguistik. Aamiin

Bismillah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s